03
Jun
10

20 Petunjuk Memilih Istri

01. Taat Beragama

Lanjutkan membaca ’20 Petunjuk Memilih Istri’

04
Apr
10

Tawaran menarik

Trayek BIS jurusan Dunia Akhirat.

Berangkat dari terminal Islam,

Via TOL IMAN,

Pemberhentian akhir di terminal SURGA.

Telah di buka,

P.O Istiqomah. Dengan pemberangkatan awal dari terminal Islam. Kemudian Via TOL IMAN, dan akan berakhir di Terminal SURGA.

Dibutuhkan bagi yang berminat untuk Istiqomah, untuk mengendarai BIS tersebut. Telah ada satu Sopir atau pengemudi Bis. Sementara dibutuhkan seorang Kondektur BIS dengan syarat – syarat sebagai berikut :

  1. Wanita Sholehah yang telah baligh
  2. Merupakan warga asli Islam
  3. Sanggup bekerja dengan Istiqomah
  4. Mengetahui jalur – jalur sepanjang TOL IMAN
  5. Mempunyai ketangkasan selayaknya seorang wanita sholehah
  6. Sanggup mengatur dan membimbing penumpang
  7. Sanggup mengatasi masalah kerewelan penumpang
  8. Memantau pengemudi Sopir untuk selalu menempuh jalur TOL IMAN
  9. Berprinsip bahwa semakin banyak penumpang maka semakin untung
  10. Mampu berkoordinasi dengan Sopir jika BIS mengalami masalah
  11. Sanggup melayani sopir sebagai tugas – tugasnya
  12. Sanggup menerima jika ada pelamar kerja lain untuk menjadi kenek ”jika di butuhkan”, dua, tiga, atau, empat. Dan ikut dalam penentuan lulus atau tidaknya
  13. Murah senyum, dan penuh keikhlasan

Bagi yang memenuhi kriteria di atas, atau paling tidak mau berusaha memenuhi kriteria di atas. Segera luruskan niat, Berdo’a pada Alloh Azza wa jalla, Istiqomah berikhtiar, dan berpasrah diri.

Insya Alloh jika bis siap di berangkatkan, akan segera dihubungi oleh pengemudinya.

Sekian. Terima kasih…..

NB : Untuk kriteria yang belum tercantum akan di sampaikan pada sesi wawancara.

Tembusan :

Alloh SWT

06
Mar
10

BUKU PDF

Siapa yang berminat silakan langsung download Nashiruddin al-Albani – Cincin Pinangan

27
Feb
10

Sepenggal sayap kunang – kunang

Sepenggal sayap kunang – kunang

Kedatanganmu masih membayang

Datangnya hujan pada panasnya siang

Datangnya Bah pada lembah yang gersang

Menciptakan kedamaian dalam perang

Biasnyapun mematahkan

Hadirnya pun menyilaukan

Gelap yang menjadikanya benderang

Terang yang menjadikanya gulita

Dalam hati ini bersua

Teriris tersayat oleh asa

Kerlip sayap – sayapnya

Tak bisa kusaksikan di siang ini

Malam hari yang menjadi dunianya

Tak kenal akan matahari

Janganlah kau meminta semuanya

Bukan aku tak mau atau tak mampu

Dan bukan karena aku tak memiliknya

Sepenggal saja untukmu

Dan,

Jika engkau pergi

Aku masih memiliki

Sepenggal lainya lagi

08
Feb
10

Nikah? So What?

Allah menetapkan bahwa (tujuan perkawinan adalah untuk memakmurkan alam semesta. Dan Allah menjadikan perkawinan sebagai tanda kebesaran-Nya yang nyata. Allah berfirman :
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Ar-Ruum : 21)

Perkawinan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang sudah empunyai kemampuan dan khawatir terjerumus ke dalam perbuatan dosa/maksiat. Barangsiapa mempunyai sesuatu yang dia dapat melangsungkan pernikahan dengannya, hendaklah ia meakukannya, karena khawatir terjerumus dengannya kedalam fitnah. Sebagaimana sabda Rasululah :
“Wahai para pemuda, baransiapa diantara kalian yang mempunyai kemampan untuk menikah, hendaklah ia segera menikah. Karena pernikahan itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kehormatan/kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak memiliki kemampuan, maka puasa merupakan tamng baginya.
(Hadits shahih, Al Bukhari (9/16, Muslim (9/172, Abu Dawud (6/39-40))

Jangan sampai setan membisikkan ke dalam hatinya bahwa dia tidak mampu menikah, ersamaan dengan rusaknya orangorang di zamannya, dengan dipersulitnya perkara pernikahan dan dimuliakannya harta, berdasarkan sabda Rasulullah :
“Tiga golongan manusia yang berhak mendapat pertolongan dari Allah : seorang budak yang hendak memerdekakan dirinya, seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya, dan mujahid di jalan Allah.”(Shahih, An-Nasa’I (6/61))

03
Feb
10

Penyelam mutiara

Kisah seorang penyelam Mutiara. Semoga bermanfaat.

Bahwasanya manusia hidup di dunia ini hanyalah di ibaratkan seorang pencari mutiara di laut. Seperti yang akan saya ceritakan di bawah ini.

Saya ingin menceritakan ada seorang nelayan yang pandai menyelam dan mencari mutiara di dalam laut. Namun ia tidak bisa apa – apa. Dia hanya seorang nelayan yang miskin. Dia hanya berbekal keingintahuan untuk menyelam ke dalam laut. Karena tidak mempunyai tabung oksigen yang akan membuatnya tetap hidup di dalam laut. Kemudian ia hendak meminjam kepada seorang yang memiliki tabung oksigen yang dibutuhkanya itu.

Berikut ini adalah dialog antara si pencari mutiara dengan orang yang mempunyai oksigen.

”Pak, bisakah aku meminjam tabung oksigen sampeyan?”

”Pinjam? Lalu apa yang akan kamu berikan padaku nanti?”

”Apapun yang kamu minta, asal aku bisa meminjam tabung oksigen sampeyan pasti akan aku beri.”

”Baiklah, akan aku pinjamkan tabung ini. Tapi kamu harus benar – benar mencari mutiara di dalam sana. Dan nantinya kau berikan hasilnya kepadaku. Ingat. Mutiara!” Kata si Pemilik tabung oksigen.

”Deal.”

”Deal.” Keduanya serempak bersalaman.

”Ingat satu hal yang terpenting. Tabung ini suatu saat akan habis. Dan kamu mau gak mau harus kembali ke atas. Kamu harus memanfaatkanya sebaik mungkin.” Pesan si pemilik tabung oksigen kepada nelayan itu.

Si pencari mutiara pun kemudian terjun ke dasar laut setelah mengenakan tabung oksigen yang ia dapat.

Dan apa yang terjadi,

Laut yang begitu indah ia temukan di dalamnya. Terumbu karang yang bergoyang menari – nari.  Ikan – ikan dengan corak warna meriah. Binatang – binatang laut yang begitu lembut di buai. Bias bayang – bayang sinar mentari. Dan segala keindahan yang ada di dalam laut ini.

Tak ayal nelayan tadi ingin menikmati dulu keindahan yang baru saja ia dapatkan. Ia memotong batu – batu karang. Ia tangkap beberapa ikan yang indah. Pasir yang lembut di dasar lautpun tak luput dari tangannya. Kemudian ia berkeliling terus sejauh matanya bisa memandang keindahan yang luar biasa. Ia sangat mencintai keindahan yang tidak bisa ia ungkapkan lagi dengan sepatah dua patah katapun.

Hingga akhirnya,

Lampu warna merah berkedip pada tabung yang di bawanya. Oksigen telah habis. Dan Ia harus segera kembali ke atas. Disaat – saat terakhirnya, Ia baru ingat, ia belum satupun mengumpulkan mutiara. Apa yang telah menjadi janjinya sebelum ia terjun kedasar laut. Janji kepada yang memberi kehidupan saat ia berada di dalam laut. Waktu sudah tidak bisa lagi berkompromi. Oksigen telah habis. Saatnya ia kembali.

Dan, sesampainya ia di atas.

Si Nelayan menemui si pemilik tabung oksigen tersebut. Ia bersujud – sujud dan menangis sejadi – jadinya. Sedangkan si pemilik tabung menagih apa yang ia minta. Mutiara.

Si Nelayan tidak membawa mutiara yang ia janjikan. Sebagai gantinya, ia serahkan batu karang.

Si Pemilik tabung marah. Ia pukul Si Nelayan dengan kekuatan penuh.

Si Nelayan kemudian menyerahkan ikan – ikan kecil yang berwarna indah.

Si Pemilik tabung marah. Ia pukul Si Nelayan dengan kakuatan penuh.

Si Nelayan kemudian menyerahkan pasir lembuit dalam genggamanya.

Si Pemilik tabung marah. Ia pukul Si Nelayan dengan kekuatan penuh.

Si Nelayan kemudian bertanya. “Kenapa anda tidak mau menerima itu semua. Aku mendapatkanya susah payah. Bukankah sama indahnya dengan mutiara?”

Si Pemilik tabung marah. Ia pukul Si Nelayan dengan kekuatan penuh hingga tersungkur.

Dengan sempoyongan Si Nelayan bersujud dan memohon kesempatan lagi untuk di pinjami tabung oksigen. Ia berjanji akan mengumpulkan dua kali lipat lebih banyak dari yang seharusnya. Ia berjanji dengan tangisan meronta.

Bukan kesempatan kedua yang ia dapat. Justru siksaan berat menghampirinya. Di tendang, di pukul, di injak, di cambuk, di setrika, di bakar di atas bara, di cabik – cabik tubuhnya.

Dan ia tidak mampu berbuat apa – apa. Selain menerima siksaan.

Inilah saudaraku semua. Kita hidup di dunia mempunyai perjanjian dengan yang menjadikan kita hidup di dunia ini. Hanya saja dengan keindahan dunia kita melupakan itu semua. Melupakan janji kita kepada-Nya untuk melaksanakan apa yang di perintahka-Nya.

Semoga bermanfaat.

Wallohu A’lam.

01
Feb
10

Sabar

Disaat orang mendapatkan musibah, maka dia telah mendapat satu keutamaan, yaitu terhapusnya dosa.

Disaat orang yang terkena musibah kemudia ia sabar dan ikhlas maka di dapat lagi satu keutamaan, yaitu pahala.

Disaat orang yang mendapat musibah dan ia tidak sabar dan tidak ikhlas, maka terhapus dosanya dan ia akan mungkin mendapatkan dosa lain lagi.




Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.